Sajak Kematian
ini bukan pertanda akan mau mati
tapi kesadaran kematian itu pasti
ya pasti datang menjemput kita, bukan aku saja, semua!
semua yang hidup akan mati
apa itu kematian atau mati
yang percaya tuhan
kematian adalah kembali
seperti risalah pohon
dari bibit menjadi tunas
dari tunas tumbuh
besar, rindang
ada yang sampai tua
ada yang mati ditebang manusia
hancur karena bencana
tapi ada yang sampai tua
sampai sampai ranting, batang dan tubuhnya kuat begitu rupa
tak lapuk karena hujan, panas
tapi hancur dikubur
berkalang tanah
kayu itu telah menjadi batu
fosil abadi
kita ibarat pohon, seperti kayu
mati sampai tua, jiwa tetap semayam sampai allah memanggil
lalu apakah itu akhir
tidak
kematian adalah babak baru
karena jiwa, roh, itu abadi
raga saja yang hancur
jiwa akan berpindah di tempat baru
seperti kayu jadi batu
batu jadi fosil
bukankah binatang juga
yang mati fisiknya
jiwanya abadi
hari ini kita sedang memahat
menjadi apa setelah mati
dikenang seperti firaun, hitler
atau adam, nabi muhamad, soeharto atau yang lain, sebut megawati atau jokowi
satu hal
hidup adalah sebuah ritus
apa yang kita makan
apa yang kita perbuat
apa yang kita jalani
semuanya adalah pahatan
pada akhirnya akan menjadi catatan
ada buku tuhan
ada buku sejarah
buku tuhan berisi apa yang kita tunaikan, baik dan buruk, pahala dan dosa
buku manusia ditulis mereka yang menjadi pemenang, penguasa
jadi tak perlu ragu
ketika sejarah manusia tak mencatat
sekuat kuatnya mereka akan kembali, seperti kita juga
satu pesan
kita perlu belajar pada sejarah
pada alam juga semestanya
yang sejati
akan abadi
menjadi fosil, menjadi mulia, seperti yang emas
yang jahat
akan kalah, setidaknya oleh waktu
kematian adalah pesan
sebelum menjadi abadi
ketika di dunia yang fana
berpikir, berucap dan bertindak
untuk kebaikan
semua akan indah pada waktunya
itu pasti
selamat pagi
kota wali jelang penghujung desember
