Sepotong siang bersama Adi Pranajaya. Persamuan itu begitu memberi jejak, pelajaran tentang hidup dan persahabatan. Adi Pranajaya adalah sosok yang memilih jalan sunyi. Meski bidang yang digeluti sesungguhnya bergelimang pesona duniawi, tetapi dia tetap suhud laksana seorang sufi. Adi adalah sineas juga seorang budayawan multitalent, ditambah lagi passion nya di dunia Tenis Meja. Oase ini yang mempertemukan kami dengan founder Media Jurnal Tenis Meja, sesuatu yang menjadi ruang pengabdian seorang Adi Pranajaya. Nyari separo hari reriungan itu berlangsung tanpa terasa, ditingkahi suguhan jeruk manis dan anggur perbincangan terus mengalir. Kami bahkan sempat menikmati makan siang masakan sang istri ibu Adi Pranajaya. Hujan deras menjadi pelengkap dan memparipurnakan kebersamaan kami. Sesanti akhir adalah sebuah insight kami menorehkan asa untuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Hari hari ini kita mesti bijak menyikapi dinamika penuh turbulensi, sebagai sesama penghoby tenis meja kami prihatin terjadinya dualisme, tigalimes, bahkan sekarang empatlisme. Miris sekali, sebuah sandyakala, seperti Aa Navis, bukan surau yang roboh, tetapi inilah robohnya Tenis Meja kami🙏🙏
Pelajaran Hidup dan Persahabatan
