Sajak Kunthul Munyuk

HL-News
2 Min Read

Kamu bilang aku ndeso, aku bilang biarin, emang iya kenapa?
Desa itu buatku taman sari, wajah asri, wajah luhur Indonesia
Sayang sekarang wajah wajah itu banyak berubah, seperti kisah kali ilang kedhunge, pasar ilang kumandange
Kali kali tempat aku mandi,
airnya tak bening lagi, yuyu ilang, apalagi kuthuk dan udang. Ingat rekaman masa itu, gogoh ucheng, ngirik, mancing, duuuuuh luaaar biasa.

Penthongan ku sudah lama juga tak ditabuh atau dikentong lagi
Sandi sandi doro muluk
Rojopati, gobyog
Tak terdengar lagi
Lapuk kumuh tak digantung lagi
Langgar masjid sepi
Yang riuuh pangkalan ojek
dan warung warung kopi utk ngrumpi dan kongkow
Kenduri dan kerja bhakti sepi
yang ada hanya tetua saja
Anak anak muda keluyuran entah ke mana
Kamu bilang aku kunthul munyuk, aku bilang biarin, desa itu sangkan paran
Susuh peradaban, legenda peradapab
Kami bersaksi tentang gemah ripah loh jinawi
Guyub sekuyup kuyupnya
Kangen sekali kampungku yang dulu
Main layangan di galengan sawah
Tomprang doro
Sembari nyanyi cempe cempe undangne baret gedhe tak upahi duduh tape….
Mak jleb rasanya
Itu sepotong kisah
Tentang madesan, bukan ndeso
Madesan itu value, tentang budaya, tentang etos dan jatidiri
Kamu bilang aku ndeso, aku jawab sekarang biarin
Bukan sekadar ndeso, aku abdi dalem polowijo
Kembaraku susuri jagad
Memantapkan ke mana laku harus bermuara
Muaraku tidak di laut
Tapi kembali ke kampung, desaku
Tempat aku lahir, hidup dan tumbuh
Sungguh itu cita cita
Desalah tempatku berumah dan berpulang
Hanya sebelumnya ingin kujejaki dunia dari ujung ke ujung
Dan kukatakan dengan nyaring, tempat terindah itu di sini, di dalam hatiku sendiri

#kunthul munyuk kembara#

Jayanto Arus Adi
Demak 2023

Share This Article
Tidak ada komentar