Membangun kekayaan ala orang Cina (Tionghoa) sering berakar pada budaya hemat ekstrem, disiplin menabung (bahkan dari angpau), etos kerja keras yang tinggi, dan pola pikir “uang harus bekerja” melalui investasi. Mereka memprioritaskan fungsi daripada gengsi, berbisnis dengan relasi kuat (guanxi), serta berupaya mandiri secara finansial melalui bisnis keluarga.
