Sajak Tentang Istri

HL-News
1 Min Read

Ikutilah kata istri, apalagi dia bicara dari hati.
Jangan cederai dan jadikanlah rumah yang mendamaikan.
Istri itu laksana burung, mungkin emprit, atau merpati, janganlah karena silau melihat pesona gagak di langit.
Jangan sakiti, apalagi dinafikkan karena pesona rembulan atau birahi sesaat.
Harta tahta dan wanita adalah pedang bermata dua.
Dia bisa menjadi senjata, sekaligus pembunuh.
Dialektika, hidup selalu berkelindan lupa.
Seperti jalang kelamin mendaki kenikmatan dengan segala upaya.
Karenanya tetap rawatlah merpatimu atau emprit itu sekalipun.
Jagalah dan tidak larut dalam syahwat.
Nafsu adalah setan, yang membakar.
Hidup adalah menata asa, merawat cinta.
Adakah seks itu indah tanpa cinta.
Cinta membuat damai juga tak melukai.
Sekali kita selingkuh, maka turunlah derajad penghargaan dan penghormatan kita pada belahan hati, pada istri.
Ahhh sebegitunya.
Maka sebaik baiknya persenyawaan adalah keluarga.
Keluarga adalah puisi terindah.
Keluarga adalah syurga.
Ya syurga meski sekadar menggengam emprit.
Karena emprit itu nyata, realitas.
Ada kata kata bijak, grafiti di bak truk, Omonganmu koyo susune tonggoku, empuk enak, ning ra iso dicekel.
Isone mung disawang.

 

Jayanto Arus Adi
Kota Wali di penghujung pagi Feb 2023

Share This Article
Tidak ada komentar